The Death of Common Sense and Why It’s Critical to Revive Middle Ground

Somebody has to be able to be critical without being seen as deliberately undermining the target to benefit the opposite party. Somebody has to be able to be critical and when one does it, it has be seen as strengthening the electorates as whole and not weakening the receiving end. It doesnt bode well for us as a democratic society if you agree with anything you see and anything you hear. It seriously damages your sense of critical thinking if disagreement has to be hindered for the sake of loyalty. I dont think electorates should be loyal to anyone but their own interests. The lack of critical thinking could hamper the ability of the electorates to decide what’s in their interests and what’s not.

Read More

Catatan Hari Jadi

 Seorang filsuf Yunani pernah berkata, yang paling beruntung adalah mereka yang tidak pernah dilahirkan. Yang kedua adalah yang mati muda. Yang tersial adalah mati dalam usia tua.

  • Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran


Tempat terbaik untuk merayakan ulang tahun sebenarnya adalah di pemakaman. Agar ingat suatu hari nanti akan mati.


Jika ingat bahwa nanti akan mati, maka hidup harus dijalani dengan sebaik-baiknya. Sepenuh-penuhnya. Sehormat-hormatnya. Karena kita adalah kota yang terletak di atas bukit, tidak mungkin tersembunyi.


Berlainan dengan apa yang elo percaya, sesungguhnya gue tidak suka melihat diri sendiri. Di cermin. Di foto. Di akun media sosial. Di TV. Di mana pun.


Gue hanya selalu menatapnya untuk mengingatkan gue betapa tidak sukanya gue terhadap diri sendiri.


Rupa dan jasad adalah sia-sia. Yang abadi adalah buah pikir. Prinsip. Ideologi. Tak akan lekang. Tak akan mati.


Hidup sesungguhnya hanyalah sebuah usaha berkesinambungan untuk memberinya makna agar tak sia-sia.


Tidak, ini bukan krisis berbasis eksistensialisme. Sebaliknya, ini adalah sebuah pengakuan akan eksistensi diri sendiri sebagai sebuah entitas yang merdeka.


Gue hanyalah bagian dari dialektika yang tidak berkesudahan untuk mencapai sintesis yang tepat. Sejarah adalah sebuah garis panjang dan sebuah proses dialektika yang tidak akan berhenti sampai kapan pun. Akan ada saatnya ketika sintesis ini akan kadaluwarsa dan kita akan mengulangi lagi dialektika ini dari awal.


Gue terdefinisi atas identitas gue.


Gue adalah orang Indonesia, sebuah konsep atas nama Bung Besar, Bung Kecil, Bung Hatta, dan Bung Malaka.


Gue sama sekali tidak istimewa. Gue hanya orang Indonesia biasa, tapi merdeka.


Gue percaya dengan keadilan sosial. Gue percaya bahwa semua orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Gue percaya bahwa tidak semua orang memulai dari tempat yang sama, maka tidak adil untuk menilai berdasarkan tujuan akhir yang sama.


Akan ada saatnya di mana semua ini tidak akan berarti, tapi sampai nanti saatnya tiba, kita akan berdialektika dengan sebaik-baiknya.


Hiduplah Indonesia Raya

Truth is Not a Popular Commodity, Better Not Oversell It

The current global political climate has convinced me that answering with common sense and rationale to irrational questions asked by irrational people on irrational landscape is a futile attempt. It seems that some people are less interested in facts than in fabricated lies that go along with their own narrative or belief. It happens when people stop questioning what is real and what is not. It happens when people start deciding to hear what they want to hear and believe what they want to believe. Room for weighing and elaborating has become scarce. Truth is not a popular commodity at the moment, maybe better not oversell it.

Read More

Thoughts on Corbyn and What We Can Learn

In a wider landscape, I also whether shifting away from the centre is a feasible counter-measure for the rising right-wing populism. I’m not talking about answering radicalism with radicalism, but isn’t the time up for spineless centrist rhetorics?

Read More

Post-Mortem Pilkada DKI: Saatnya Mengorganisir Diri

Demokrasi yang menghasilkan pemimpin yang tidak anda pilih tetaplah demokrasi. Hanya karena anda tidak suka dengan hasilnya bukan berarti bahwa hasil pemilihan tersebut tidak demokratis. Satu orang, satu suara. Yang mendapatkan suara terbanyak keluar sebagai pemenang. Hal ini terdengar seperti nada yang riang bagi pihak yang menang, namun akan menjadi melodi yang pilu bagi yang kalah. Namun memang begitu kenyataannya.

Read More

Addendum: Partai-Partai Politik Harus Berhenti Minum-Minum dan Mulai Menyadarkan Diri

Partai-partai politik besar adalah raksasa. Titan. Mereka punya massa, pendanaan masif, dan struktur organisasi. Mereka adalah institusi dengan kompleksitas hingga ke komponen terkecil yang bisa melakukan hal-hal yang tak terpikirkan dalam level individu. Ada alasan mengapa mereka disebut “mesin politik” karena dari cara parpol bekerja, sesungguhnya mereka memang sebuah mesin. Calon-calon independen tak akan bisa mengusik partai politik jika partai politik tidak bertingkah aneh-aneh yang membuat masyarakat ilfil.

Read More

Addendum: Political Parties Should Stop Drinking Too Much and Start Sobering Up

Major political parties are juggernauts. They have the masses, the funding, the structural organisation. They’re an institution with astounding complexity to the tiniest component that could pull things up unimaginably. There’s a reason why it’s called political machine because practically it is. Independents wouldnt be able to go anywhere close to the political parties had the parties not been in catastrophic disarray that turned the electorates away.

Read More

Bagimu Lagu Natalmu, Bagiku Lagu Natalku

Satu hal yang sering luput dari perhatian kita adalah bahwa tidak semua lagu Natal itu mengandung nilai-nilai agama tertentu. Yang dimaksud dengan lagu Natal di sini adalah lagu-lagu yang menyinggung kata “Christmas” dalam lirik lagunya dan kerap diputar di bulan Desember saat pusat-pusat konsumerisme di Jakarta mendadak bersalju.

Read More

Awarding Night

It’s both an honour and humbling experience to receive the nomination in the Best Sports Presenter category at Asian TV Awards 2015 for my work in beIN SPORTS. To make it even better, my own show, Street Soccer is also nominated in the Best Sports Programme category. This is something that I didn’t foresee when I was younger. I always love football but doing what I’m doing right now didn’t even make the vaguest appearance in my pipedream.

Read More

Kenapa Saya Membaca

Kegemaran saya membaca tidak akan pernah jadi sesuatu yang negatif seandainya saya bukanlah seseorang bertitel penulis yang seharusnya membagi waktu antara membaca banyak aksara dan menuliskannya. Benar, bahwa seseorang tak akan bisa membuat tulisan bernas jika sebelumnya ia tak banyak-banyak membaca. Namun apa yang terjadi pada saya adalah kebalikannya: Saya terlalu banyak menghabiskan waktu membaca dan terlalu sedikit mengalokasikan waktu untuk menulis.

Read More

James Bond is Loved Because He's Unreal, but Spectre is not the Deal

James Bond doesn’t belong to this era and that’s exactly why we love him. He’s a throwback. He’s old school. We know better now that real secret agents these days probably dont share his swashbuckling attitude. We know better that real spies are not super humans. They’re just better equipped with tools and skills. The reason why Bond hasn’t escaped our attention is because he looks anything but real.

Read More